Kamis, 19 Juli 2018

VIRTUAL ANCHOR LENGTH CALCULATION FOR PIPELINES


Its been a long day since i've posted my last journal. Today I'm gonna share a bit of my internet research about Virtual Anchor length. This term is usually used in the offshore project especially in pipeline project. lately I am concern about this field of study, Pipeline, because now I'm working on the Pipeline division in one of the offshore consultant company.
So lets begin with the article. Because i realize that I'm just a newbie in the "blog world", so today i will just repost the article that i have found in the internet about this topic, please be advice :). next time I will be more interactive in posting some good knowledge.
A pipeline restrained by fixed anchors will experience a series of stresses including longitudinal, bending, and axial. Virtual anchor lengths are taken as the distance required for the frictional force provided by the soil surrounding the pipe to equal the forces applied by thermal/ pressure expansion and the soil’s resisting friction per unit length of pipe.
Anchors are placed strategically along the pipeline to help prevent movement. Unrestrained pipeline movement can cause damage to the connecting piping and equipment. The length of piping required to form the virtual anchor is known as the active length. It must be noted that the force required to fully restrain a pipe is not a function of its length. Factors that influence the required force to restrain pipe include temperature, pressure and percentage strain within the pipe.
Soil provides a constant frictional force along a buried steel pipeline. The magnitude of the frictional force depends on the burial depth, pipe weight, soil density, and coefficient of friction between the soil and steel. Therefore, starting from a free end, the total restraint exerted by the soil on the pipe gradually increases until it reaches the fully restrained load at the virtual anchor. At this point, the naturally occurring forces are balanced with a restraint point. Similarly, moving along the pipe away from the virtual anchor, the pipe expansion becomes gradually minimized until a point of zero expansion is reached indicating the pipe is fully held in place.
Axial expansion is calculated by taking the average of the full axial restraint at one end of the pipe and zero restraint at the opposite end of the pipe. When compared to above ground piping, the total axial expansion at the free end of a buried pipeline is half of the calculated value for similar scenario involving above ground pipe.

In reality most pipes do not have a totally free end but have some resistance due to soil restraint as the pipe exits the ground and from the connection to above ground piping. This acts to reduce the expansion at the ‘free’ end. Soils with lower friction resistance or pipes with less depth of cover have longer active lengths and thus have greater expansion at the free end.
Figure. Virtual anchor length - Visual representation
Source: http://www.whatispiping.com/virtual-anchor-length-calculation-for-pipelines

Selasa, 03 Juli 2018

Jenis dan Penjelasan Flange Pada Pipa

Flange merupakan metode joint terpopuler kedua yang kerap digunakan pada pipa setelah metode welding. Flange digunakan ketika joint pada pipa tersebut direncanakan akan dilepas lagi (dismantling joints). Hal ini menyediakan flexibilitas pada pemeliharaannya. Flange biasanya menghubungkan pipa dengan berbagai macam peralatan dan valves. Breakup Flanges digunakan pada pipa jika regular maintenance dibutuhkan pada saat operasi.

Adapun flange terdiri dari 3 komponen yang terpisah namun saling terkait satu sama lain yakni; the flange, the gaskets, and the bolting; yang disatukan/dikaitkan oleh suatu pengait yang disebut fitter. Kontrol yang sangat ketat dalam pengaplikasian semua komponen-komponen ini sangatlah dibutuhkan untuk mencegah adanya kebocoran saat pipa beroperasi.

Namun demikian tidak dianjurkan untuk menggunakan tipe koneksi flange pada pipe yang terkubur (burried pipe). Satu hal yang harus diperhitungkan juga adalah flange merupakan sumber utama kebocoran dan api pada proses pemasangannya. Ada beberapa jenis flange disesuaikan dengan kebutuhan penggunaannya. Berikut adalah klasifikasi flange yang biasa digunakan :

  1. Berdasarkan tipe koneksinya
  2. Berdasarkan tipe flange facing-nya
TIPE KONEKSI
berdasarkan tipe koneksinya, flange dapat dibagi sebagai berikut
  • Threaded Flanges
Threaded Flanges biasa juga disebut screwed flange. flange ini memeiliki ulir di dalamnya yang fit dengan pipa. Tipe koneksi pipa tini termasuk simple dan cepat (pemasangan) tapi tidak cocok pada kondisi pressure dan temperature yang tinggi. flange jenis ini biasanya digunakan pada pipa dengan kondisi utility service pada lingkungan udara dan air.


  • Socket-Welded Flange
Socket-Welded Flange memiliki "female socket" di dalamnya yang cocok dengan pipa. fillet welding juga diaplikasikan dari luar pipa. Umumnya, flange jenis ini digunakan pada pipa dengan ukuran relatif kecil dan hanya cocok untuk pipa dengan temperature dan pressure yang rendah.


  • Slip-on Flanges
Slip-on Flanges memiliki lubang yang sesuai dengan diameter pipa. Flange yang terpasang pada pipa kemudian akan di las pada bagian dalam dan luar seperti yang di tunjukan pada gambar dibawah. Flange jenis ini cocok untuk kondisi low pressure dan low temperature. Flange ini tersedia dalam ukuran yang besar dan cocok untuk storage nozzle yang berukuran besar. biasanya pembuatan flange jenis ini di lakukan dengan proses "tempa" dan disediakan dengan Hub.

  • Lap Joint Flanges
Lap Flange memiliki dua komponen, stub end dan loose backing flange. Stub end terkoneksi langsung dengan pipa dengan cara di las seperti pada gambar dibawah. Sedangkan loose backing flange dapat bergerak bebas pada pipa. Material backing flange ini dapat berbeda dari material stub end nya, pada umumnya material yang digunakan adalah karbon steel untuk menghemat biaya. Flange jenis ini digunakan apabila diperlukan pelepasan secara berkala dengan area yang sangat terbatas.
  • Weld Neck Flanges
Weld neck Flange adalah flange yang paling umum digunakan pada sistem piping. Flange ini memberikan join integrity yang tinggi karena bentuknya dan butwelded dengan pipa. Tipe flange seperti ini banyak digunakan untuk kondisi temperatur dan tekanan yang tinggi. Flange tipe ini relatif lebih tebal dan lebih mahal dibanding tipe flange yang lainnya.

  • Blind Flanges
Blind flange adalah flange dengan bentuk menyerupai disc tanpa lubang pada area pipanya. Lubang pada flange ini hanyalah lubang untuk baut. Flange tipe ini digunakan dengan tipe flange yang lainnya untuk mengisolasi piping sistem atau untuk memutuskan aliran pada ujung pipa seperti pada gambar berikut.



TIPE FLANGE FACING-NYA
berdasarkan tipe flange facing-nya, flange dapat dibagi sebagai berikut

  • Flat Face (FF)
  • Raised Face (RF)
  • Lap joint 
  • Ring Joint
  • Male and Female type
  • Tongue and Groove 
bentuk bentuk dari tipe-tipe flange diatas dapat dilihat dari gambar berikut ini.

Flat Face
Seperti pada namanya, Flange jenis ini memiliki permukaan yang datar. Flange jenis ini digunakan bila flange counter yang digunakan juga datar. Biasanya Flange jenis ini dipilih untuk koneksi pada Cast Iron equipment, valve dan specialties. Gasket full face digunakan pada Flange jenis ini.

Raised Face
Pada flange jenis Raised flange memiliki bagian yang menonjol (raised) pada bagian bore-nya. Gasket ini kemudian akan menempati bagian raised pada Flange ini. ketinggian dari raised ini sendiri bermacam-macam sesuai dengan tempereature dan pressure kondisi yang selanjutnya disebut sebagai class flange. Untuk kelas #150 dan #300 maka ketinggian dari raised ini adalah 1/6" sedangkan untuk kelas flange #300 keatas maka ketinggian raised-nya adalah 1/4".

RTJ Face 
Ring Tipe Joint ini memiliki desain grove pada bagian dudukan metal gasket-nya. Flange tipe ini biasanya digunakan pada temperatur dan tekanan yang tinggi.

  









Rabu, 20 Juni 2018

Mill tolerance in Seamless Pipe

The following article is some of my research results of studying pipeline to be a pipeline engineer :). of course i would list the sources of those articles so you can check and we could discuss or learn together about this field of study.

“Where does mill tolerance come from?” Does the mill tolerance affects weight, Fy and sustained stress for B31.3?”, “What should be taken as a tolerance on plate? “, “What is the significance of “-12.5% Mill Tolerance”. “What if I check “all case corroded” in Caesar?”. These are samples of questions about mill tolerance found on forums.
Seamless Pipe Production Process

First answers are contained in the above picture, from www.tmk-group.com, because the best way to understand mill tolerance is to understand where it comes from. Steel pipes are produced by two main manifacturing methods. Basically welded pipes are produced by joining together two ends of steel strips. Seamless pipes are produced by piercing a billet (step 8 of above picture).
Mill tolerance comes from the manufacturing process of seamless pipe. Welded pipes have a tolerance as well, but usually is not a mill tolerance and it is much lower because it’s more easy to get high accurancy when producing steel plates. On the other hand welded pipes need to consider the weld joint efficiency factor, to take in account the weakness in the welding.
The B31 Codes include the 12.5 percent wall thickness variation in their calculation for minimum required wall thickness for SEAMLESS pipe.  This requirement adjusts the calculation to account for the method of seamless pipe manufacture.  When seamless pipe is made, a mandrel is pushed through a hot billet (or "bloom") of metal to create the "hole" that is the inside diameter.  In this process the mandrel may "wander" (slightly off-course) as it is pushed through the billet.  The result of this slight side-to-side movement of the mandrel is that the pipe wall may be 12.5 percent thicker in the wall on one side and 12.5 percent thinner in the wall directly across the diameter.  To be sure that the thinnest wall permitted by this manufacturing methodology the B31 Codes include in the "mill tolerance" in the minimum required wall thickness calculation.

Pipe that is made of seam welded plate has much less thickness variation.  However, unless the pipe's longitudinal seam weld is 100 percent radiographed (NDE), the required pipe wall thickness calculation must include the weld efficiency coefficient for the type of weld used in the seam.  Of course, there is also much more "out-of-roundness" in seam welded pipe.



Jumat, 21 Juli 2017

Macam-Macam Fungsi Dari Riser Sistem

Riser sistem merupakan elemen terpenting yang menjadi penghubung antara host platform dan seabed. Untuk itu fungsi-fungsi riser ini berfariasi berdasarkan tujuan riser ini didesain. Berdasarkan tujuan penggunaannya jenis-jenis riser dapat dibedakan kedalam 4 bentuk seperti berikut :

·         Drilling Riser

Tipe ini mengaplikasikan konsep Top Tension Riser (TTR) yakni terdapat top tension pada area Floating Production Structure untuk mempertahankan pergerakan vertical dari riser itu akibat pengaruh dari gerakan FPS yang ada di permukaan air akibat adanya pergerakan gelombang. Tipe ini umumnya digunakan ketika pengeboran dilakukan. 
Gambar Drilling Riser (http://www.drillingcontractor.org)

·         Production Riser

Tipe ini umumnya digunakan untuk transportasi hidrokarbon dari dasar laut menuju ke host platform di permukaan air. Umumnya konsep dari riser ini adalah konsep compliant riser. yakni sebisa mungking konfigurasi ini dapat mnyerap pergerakan FPS sehingga gerakan pada TDA semakin kecil. 
Gambar Production Riser (http://poli.ru)

·         Injection Riser

Tipe ini digunakan untuk menginjeksi atau sirkulasi beberapa fluida kedalam sumur bor untuk melakukan intervensi ataupun hanya perawatan sumur saja.
Gambar Injection Riser (http://www.offshore-mag.com)

·         Export/Import Riser

Tujuan dari tipe ini untuk transportasi minyak dan gas yang telah diproses di platform menuju ke pipeline yang menuju darat ataupun menuju ke kapal tanker yang nantinya akan di salurkan ke darat.
Gambar Export Riser (http://www.offshore-mag.com)
hope this could help readers :)

Senin, 17 Juli 2017

Floating Production, Storage, and Offloading (FPSO)

FPSO merupakan bangunan pengeboran dan penyimpanan minyak lepas pantai yang bersifat portable. Dalam artian dapat berpindah-pindah. FPSO merupakan fasilitas produksi migas terapung terintegrasi yang memberikan solusi menyeluruh dalam menghasilkan migas. Karena hampir semua proses produksi migas dari mulai reservoir sampai transfer ke kapal kargo terjadi disini. Karena itu pula desain FPSO bisa menjadi sangat kompleks dibandingkan dengan desain fixed platform. Adapun hasil pemisahan dari produk pengeboran adalah crude oil, air dan gas.

FPSO merupakan superstruktur yang sangat besar. Bagian FPSO yang ada di atas permukaan air jauh lebih besar dari pada bagian FPSO yang berada di bawah permukaan air. Hal ini mengakibatkan FPSO ini lebih dominant dikenai beban angin dibandingkan dengan beban arus.

Untuk aplikasi FPSO di laut dalam dengan kondisi lingkungan yang ekstrim maka perlu diperhitungkan lebih matang lagi efek dari konsep riser yang akan digunakan, mooring, dan jenis turret yang akan digunakan. Berikut adalah gambar FPSO yang beroperasi di laut dalam. 

Floating, Production, Storage, and offloading (FPSO) (http://www.zoombd24.com)

Klasifikasi dari FPSO

Berdasarkan konsep stasiun keeping nya FPSO dapat dibedakan menjadi 2 jenis yakni Spread-moored FPSO, Turret-moored FPSO  (weather-vaning FPSO). FPSO jenis Spread-moored ini cocok digunakan pada kondisi lingkungan yang tidak ekstrim dan arah angin dan gelombang yang dominant hanya pada satu arah saja. Sedangkan untuk kondisi lingkungan yang ekstrim dengan arus dan gelombang yang dominant tidak dari satu arah saja maka Turret-moored FPSO menjadi pilihan utama.

Turret-mooret adalah struktur yang berbentuk silinder. Bentuk ini dapat mengakomodasi gerakan memutar FPSO untuk menyesuaika arah angin ataupun gelombang yang dominant, konsep ini biasa juga disebut sebagai weather-vaning FPSO. Untuk itu pada FPSO tipe weather-vaning ini maka mooring dan sistem riser yang ada adalah tipe single point. Sehingga semua koneksi dari seabed ke kapal terletak pada turret ini termasuk subsea riser.

Berdsarkan area tempat turret berada turret-mooret FPSO dapat dibedakan menjadi 2 jenis yakni.

·         Eksternal turret
Eksternal turret ini dapat diletakkan pada posisi bow atau stern kapal, duluar lambung kapal, memungkinkan kapal untuk dapat berputar 3600 dan dapat beroperasi pada kondisi cuaca normal dan ekstrim. Biaya pembuatan eksternal turret ini lebih murah dibandingkan dengan internal turret dan modifikasi yang dilakukan di kapal tidak terlau banyak. Selain posisi turret, perbedaan lain dibandingkan internal turret adalah posisi “chain tablenya”. Pada eksternal turret posisi chaintablenya terletak diatas water level, sedangkan pada internal turret chain tablenya terletak/terendam di dalam air. Pada umumnya sistem ini digunakan di perairan yang tidak terlalu dalam dan pada lapangan yang relatif kecil. Contoh aplikasi di Indonesia adalah FPSO Anoa Natuna.
Gambar eksternl turret moored (http://www.sofec.com)
·         Internal turret
Keunggulan system ini adalah dapat terpasang secara permanen maupun tidak (disconnectable). Dapat diaplikasikan pada lapangan dengan kodisi lingkungan yang moderat sampai ekstrim, dan sesuai untuk deepwater. System ini dapat mengakomodasi riser hingga 100 unit dan kedalaman laut hingga 10.000 feet belum contoh aplikasi di Indonesia.

Gambar Internal turret moored
Berdasarkan kondisi lingkungan tempat FPSO akan beroperasi FPSO dibagi kedalam 2 jenis yakni:

·         Disconnectable turret moored FPSO
Pada area yang memiliki potensi adanya cyclone, bongkahan es yang berpotensi menabrak struktur atau biasa disebut drifting iceberg, atau extreme gelombang laut yang regular terjadi sehingga produksi harus dihentikan makan Disconnectable turret moored FPSO menjadi pilihan pada kondisi ini karena jika kondisi extra-extrim terjadi maka turret harus dilepas dan kapal akan menuju ke tempat yang lebih aman.
·         Permanent turret moored FPSO
Pada area yang tidak berpotensi terjadi kejadian-kejadian seperti diatas maka permanent turret moored FPSO bisa digunakan.

thanks for reading this :)

Sabtu, 15 Juli 2017

Nasihat Aku Nanti Untuk Aku Sekarang

Aku, pertamakali Aku masuk kuliah Aku sangat bersemangat dan bergejolak memiliki mimpi yang sangat besar ingin mengubah Dunia ini menjadi lebih baik. Dengan rasa bangga di dalam jiwaku dengan title "Maha-Siswa" yang kusandang maka kubangun idealisme yang kuyakini ini. Tahun demi tahun berlalu tahap-tahap kuliah dan organisasi telah kulalui. 

Tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap mahasiswa yakni lulus kuliah. Seperti semua mahasiswa di kampusku Aku sangat gembira. Kulingkarkan kalung kelulusan di leherku dengan bangga dan kupakai toga kelulusanku dengan tangan kanan memegang Ijazah, kuberjalan dengan tegas seolah menantang Dunia. "Dunia, Aku datang". 

Setelah lulus kuliah tahap selanjutnya yang kulakukan adalah standard seorang fresh graduate, mencari pekerjaan yang layak. Ternyata pekerjaan yang kurasakan layak tidak kunjung kudapatkan entah kenapa mungkin ada yang salah dengan diriku selama ini tapi sudahlah Aku akan tetap berusaha. Bulan demi bulan pun berlalu dan Ideologiku yang dulu sangat kuat terpancang mulai goyah. Ya sudahlah kalau gak bisa dapat kerja yang sesuai Aku kerja apa aja pun gak apalah. 

Alhasil, kerjapun kudapatkan meskipun agak berbeda dari yang selama ini kudamba dambakan. Ideologiku mulai goyah Aku malu pada Dunia makanya Aku ubah kalaupun Aku gak bisa mengubah Dunia ini menjadi lebih baik maka setidaknya Aku akan akan mengubah Indonesiaku yang lagi carut marut ini. Ramadhan demi ramadhan pun kini berlalu semakin banyak pengalaman-pengalaman yang kualami dikantor maka kukejarlah menjadi pegawai teladan di kantorku. Saking sibuknya Aku lupa dengan Indonesiaku yang katanya Aku ingin ubah menjadi lebih baik, Aku malu dengan Indonesia makanya Aku ubah lagi ideologiku. Jika Aku tidak bisa mengubah Indonesia setidaknya Aku bisa mengubah Kantor tempatku berada ini. Ternyata permasalahan di kantor tidak semudah yang kubayangkan. dengan karakter dan kebutuhan yang berbeda mereka juga memiliki motivasi yang sangat besar sehingga 5 tahun berlalu Aku tidak pernah menjadi pegawai terbaik di kantorku ini. Sedih rasanya, namun untungnya kesedihanku ini dapat terobati dengan hadirnya seorang wanita di sampingku yang selanjutnya kupinang dan kujadikan istri. Setahun berlalu dan Alhamdulillah kami dikaruniahi seorang putri yang sangat lucu dan manis. Hal ini lumayan sangat mengobati kesedihanku waktu itu. Ternyata lagi-lagi menjadi seorang suami dan ayah itu tidaklah gampang tanggung jawab di kepalaku semakin banyak. Aku malu dengan ideologiku dulu yang ingin mengubah kantorku menjadi kantor yang terbaik, ideologikupun kuganti menjadi mengubah dan mendidik keluargaku ke arah yang lebih baik. Namun sepertinya masih ada yang salah dengan diriku selama ini tapi apa yah..

Aku tidak mengerti mengapa membangun keluarga menjadi sangatlah sulit, hubunganku dengan istriku menjadi tidak harmonis hanya karena masalah sepeleh. akibatnya anakku terbengkalai dan sangat membutuhkan kasih sayang orang tuanya yang justru sibuk sendiri dengan gengsi yang mereka miliki tanpa memikirkan perasaan anaknya yang selalu menyaksikan mereka bertengkar. 

Setelah kurenungkan lebih dalam lagi ternyata memang ada yang salah dengan diriku, dari dulu Aku sangat ingin mengubah hal yang sangat besar namun hal yang kecil dan sangat mendasar tidak pernah aku perhatikan, ya benar, dia adalah diriku sendiri. harusnya yang Aku lakukan sedari dulu adalah Aku harus memulai dari diri sendiri dan mulai dari hal yang paling kecil, maka kesuksesan yang besar nantinya akan mengikuti. Cita-cita boleh tinggi tapi tetap ingat ada proses yang harus kita lewati dengan sabar dan lapang dada. Heyy Aku !! aku datang dari masa depan untuk menasihatimu akan hal ini mudah-mudahan Aku bisa memetik pelajaran yang berharga dari Aku.


Minggu, 09 Juli 2017

Apa Itu Subsea Developement?

Subsea developement mangacu kepada oil dan gas developement yang secara fisik terletak di dasar laut. Sumur bornya dibor dari permukaan laut menggunakan "Mobile Drilling Rigs" dan biasanya "Mobile Drilling Rigs" ini berupa semisubmersible rig in deepwater. sumur sumur ini terletak di dasar laut dalam, sumur ini biasa disebut "wet tree".

Pada kebanyakan subsea system production aliran akan melalui "Underwater Flowlines" yang akan dialirkan menuju ke "Surface Production System" untuk diproses lebih lanjut. untuk subsea system yang sederhana terdiri dari 1 sumur produksi yang kemudian dialirkan ke platform yang terdekat. Untuk Subsea System yang lebih kompleks maka akan terdapat beberapa sumur sumur produksi yang setiap sumur tersebut akan terhubung dengan "manifold" kemudian melewati flowline menuju ke "production facility". Production facility ini biasa terletak di offshore maupun onshore.
Gambar Overview Subsea system (http://www.oil-gasportal.com)
meskipun subsea well lebih mahal untuk dilakukan pengeboran dibandingkan dengan konvensional platform well namun secara "field development cost" bisa lebih rendah baik itu karena platform yang ada dapat juga digunakan untuk produksi ataupun karena platfom khusus dapat diletakkan/digunakan pada laut dangkal.

Pertama kali konsep subsea diperkenalkan yakni pada tahun 1943 yakni pada penyelesaian sumur bor di Danau Erie dengan kedalaman 35 feet. kemudian pertamakali system subsea dikerjakan dengan offshore adalah oleh Shell Offshore Callifornia 1961 karena pada zaman itu US fokus pada pengembangan Fix Platform maka NOrway kemudian menjadi yang terdepan dalam pengembangan subsea system ini. Hal ini dimulai tahun 1982 di Frigg Field di Norh fiels di North Sea Kemudian 1990 Shell (US) dan Petrobras (Brazil) memulai memperkenalkan teknologi teknologi terbaru dari subsea system yang dipasang di laut dalam.

Shell Mensa Meksiku mulai berproduksi pada july 1997 pada kedalaman 5376 feet.

untuk saat ini installaasi subsea production system yang terdalam dimiliki/dikembangkan oleh Shell's Tobago yang terletak di Gulf Of Mexico (GOM) pada kedalaman sekitar 9600 feet.

seiring dengan perkembanganna zaman di bidang Subsea, maka para operator mulai menempatkan beberapa peralatan proses pada dasar laut dengan baik diantaranya adalah, "gas-Liquid Separation,"electrical submersible pumps dan beberapa Sand manajement.

Sabtu, 10 September 2016

Jacket Launching Process

Alright guys, in this article I am going to share about one of the important process that Marine Engineer do is Launching. In this article I didn't talk about the specific of analysis that Marine Engineer calculates, I just want to share about the scheme of Jacket launching Process. So first I will explain the general description of this Jacket Installation Project, where did this Jacket Launching Process placed on Installation Process at all. this picture below will explain to how this project work.

Jacket Launch Project Scheme



















after Jacket was fabricated in the yard which is in the land, the Load Out process will be held to place the Jacket on the barge. the jacket will be load out using wheel vehicle from Land to skid way in the barge. after jacket already on the top barge then sea fastening will be performed to this jacket to tie jacket to the barge. then Tug Boat will pull the barge and directing the barge to the position that we want to launch the jacket. After jacket being launched, then Installation Process will be held.

Second I will explain the barge that we use to launch this jacket. The picture below will make you understand about the parts in the barge ship it self.

Barge Picture.
after we understand this big picture i will explain the Jacket Launching Process. So to Simplify this process I will explain it by using Scheme. there are 4 big step that we should understand in this process.
  1. The launch barge is equipped with skid ways and rocker arms at bow. Prior launching operation, the launching barge is trimmed in order to lower the bow.
  2. Jacket is pulled towards launching direction till it start sliding above launch skids
  3. Combination of the pull and/or the gravity will then push the jacket to slide toward rocker arm. When the jacket center of gravity is above the rocker arm pin, jacket begin tilting but remains guided by rocker arms (tilting stage)
  4. The sliding continues until jacket and launch barge are separated. In separation stage, jacket dives into water and oscillates until its natural equilibrium position.

ok guys thats a short knowledge that i could share for you guys, I am sorry for my bad english hope you enjoy this article. thanks !















Rabu, 07 September 2016

Proyek Deepwater Jadi Andalan Produksi Gas Masa Depan Indonesia

Setelah berseluncur di dunia maya akhirnya saya menemukan suatu artikel yang sangat menarik khususnya di dunia Minyak dan Gas Indonesia. Bagaimana tidak di era dengan harga minyak yang sangat tandus ini akhirnya ada secercah cahaya yang bisa mengembalikan semangat anak2 yang ingin berkarir di dunia offshore, Oil and Gas khususnya.

Sebagai seorang "calon Ocean Engineer" saya sangat senang dengan adanya Proyek pemerintah dalam kaitannya dengan peningkatan produksi Gas di indonesia ini. Pemerintah mencanangkan tiga proyek besar yang sangatlah erat hubungannya dengan keilmuan yang sedang saya pelajari ini. berikut adalah kutipan artikel dari situs Kementrian ESDM (Energi Dan Sumber Daya Mineral).

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) sedang mengembangkan tiga proyek gas laut dalam yaitu proyek Indonesia Deepwater Development (IDD); Lapangan Abadi Blok Masela; dan Lapangan Jangkrik Blok Muara Bakau. Ketiga proyek ini diharapkan mulai mengalirkan gas dalam lima tahun ke depan.

Proyek IDD dikembangkan oleh Chevron Indonesia Company (Cico) di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Sedangkan Lapangan Jangkrik, Blok Muara Bakau, dikembangkan oleh Eni Muara Bakau b.v dilokasi yang bersebelahan dengan Cekungan Kutai. Lapangan Abadi, Blok Masela, dikembangkan oleh Inpex Masela Ltd di Laut Arafura.

“Ketiga proyek ini menjadi andalan produksi gas masa depan,” ujar Kepala Divisi Penunjang Operasi BPMIGAS Amir Hamzah dalam acara Rapat Kerja (Raker) Implementasi Regulasi Pemerintah Dalam Proyek Indonesia Deepwater Development; Lapangan Abadi; dan Lapangan Jangkrik. Raker yang diadakan BPMIGAS di Surabaya, Kamis (9/2) ini bertujuan untuk mensinergikan pemangku kepentingan agar pelaksanaan proyek strategis ini dapat berjalan lancar.

Berikut profil ketiga proyek laut dalam tersebut:


Indonesia Deepwater Development

Indonesia Deepwater Development atau lebih dikenal dengan nama IDD merupakan proyek laut dalam yang dikembangkan oleh Chevron Indonesia Company (Cico) melalui empat production sharing contract yaitu: PSC Ganal, Rapak, Makassar Strait dan Muara Bakau. Terdapat lima lapangan gas yang akan dikembangkan dalam proyek IDD ini yaitu Lapangan Bangka, Gehem, Gendalo, Maha dan Gandang.

Cico akan mengembangkan 28 sumur bawah laut di lima lapangan yang terintegrasi melalui dua floating production unit (FPU) hub dan satu subsea tie-back. Dua FPU hub tersebut adalah Hub Gendalo yang merupakan fasilitas yang akan mengintegrasikan Lapangan Gendalo, Maha, dan Gandang di kedalaman 2.200 sampai 5.600 kaki dan Hub Gehem yaitu fasilitas produksi Lapangan Gehem di kedalaman 6.000 kaki. Sementara Lapangan Bangka di kedalaman 3.200 kaki akan menjadi subsea tie back ke FPU West Seno yang sudah ada dan dioperasikan oleh Chevron. Fasilitas ini diperkirakan akan membutuhkan investasi antara US$ 4 sampai 7 miliar dolar.

Front-end engineering design (FEED) untuk Lapangan Bangka telah selesai pada Desember 2011, sedangkan FEED untuk Gendalo- Gehem diharapkan bisa rampung pada April tahun ini.

Chevron menyampaikan bahwa perusahaan tersebut mengharapkan final investment decision (FID) untuk Lapangan Bangka bisa dibuat di tahun 2013, sedangkan FID untuk Hub Gendalo dan Gehem setahun kemudian. Lapangan Bangka diharapkan mulai menghasilkan gas di tahun 2015, sedangkan produksi di Hub Gendalo dan Gehem masing-masing diharapkan bisa terwujud di tahun 2017 dan 2018.

Lapangan Abadi, Blok Masela

Lapangan Abadi yang merupakan bagian dari Blok Masela dikembangkan oleh Inpex Masela LTD. Lapangan gas yang berlokasi di Laut Arafura ini diperkirakan memiliki cadangan gas  terbukti sebesar 6.05 triliun kaki kubik (TCF). Dalam Plan of Development pertama (POD I) yang disetujui Desember 2010, kontraktor akan membangun kilang LNG terapung dengan kapasitas 2.5 juta ton per tahun (MTPA). Fasilitas yang membutuhkan investasi sebesar US$5 miliar ini diharapkan dapat mulai berproduksi pada akhir 2016.

Lapangan Jangkrik, Blok Muara Bakau

Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja Muara Bakau ditandatangani pada 30 Desember 2002. Lapangan Jangkrik sendiri ditemukan kemudian di tahun 2009. Lapangan ini berlokasi pada kedalaman air 450 meter dengan jarak 70 kilometer dari arah timur Balikpapan. Lokasi ini sangat ideal untuk pengembangan proyek gas karena dekat dengan sistem pemipaan Kalimantan Timur dan fasilitas LNG Bontang.

Proyek ini dikembangkan oleh Eni Muara Bakau b.v. Plan of Development (POD) lapangan ini disetujui menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) pada 29 November 2011. Lapangan Jangkrik diharapkan bisa berproduksi tahun 2015. 

(Sumber : BP Migas)

Selasa, 28 Januari 2014

Understanding of The physical Oceanography as an Ocean Engineer

Oceans cover about 70% of the Earth's surface. The oceans contain roughly 97% of the Earth's water supply.

The oceans of Earth are unique in our Solar System. No other planet in our Solar System has liquid water (although recent finds on Mars indicate that Mars may have had some liquid water in the recent past). Life on Earth originated in the seas, and the oceans continue to be home to an incredibly diverse web of life.
Wind causes waves in the ocean. As the wind blows over the surface of the ocean, it pushes on the water and transfers some of its energy to the water. The water gets energy from the wind because of the friction between air molecules and water molecules. It may seem that waves move forward or horizontally, but they do not. They move up and down. You can see this by watching a buoy in the water. It bobs up and down with waves rather than moving from side to side.

The oceans are salty, which makes them unsuitable for drinking. Most of the salt comes from minerals from rocks and soil that have been washed from the land and carried into the oceans by rivers. The minerals are mostly chloride and sodium, which combine to make salt. Most of our table salt comes from the oceans.
The oceans of Earth serve many functions, especially affecting the weather and temperature. They moderate the Earth's temperature by absorbing incoming solar radiation (stored as heat energy). The always-moving ocean currents distribute this heat energy around the globe. This heats the land and air during winter and cools it during summer.

With this information we can conclude that ocean is the biggest part in our civilizations. We can see in the world, most of big city located near the ocean. This happen because the ocean provide almost every needs of human can be obtained from the ocean. Therefore, its importan to us to understand about physical oceanography itself, wich discuss about physical properties and dynamics of the ocean. The primary interests are the interaction of the ocean witht heatmosphere, the oceanic heat budget, watermass formation, currents, and coastal dynamics. Physical Oceanographyis considered by many to be a subdiscipline of geophysics. 
As an ocean engineers we must uderstand how the ocean itself working and what propertys the ocean itself has. In this course physical oceanography we can understand the history about exploration that human has been done. Until this time many exploration have been done to knowing every behavior of the ocean itself. Physical oceanography focuses on describing and understanding the evolving patterns of ocean circulation and fluid motion, along with the distribution of its properties such as temperature, salinity and the concentration of dissolved chemical elements and gases. The ocean as a dynamic fluid is studied at a wide range of spatial scales, from the centimeter scales relevant to turbulent microstructure through the many thousand kilometer scales of the ocean gyres and global overturning circulation. Approaches include theory, direct observation, and computer simulation. In the earlier, the research frequently takes place in the context of important multidisciplinary issues including the dynamics and predictability of global climate and the sustainability of human use in coastal and estuarine regions.


As an ocean engineers that will take a place on utilization the ocean for human benefit. We must know what happen in the ocean itself so we can built the structurs that can hold up the incident that caused by ocean phenomenoms itself. For example, we will built a rig structure, to build this structure first we must know the ocean wave, ocean tide, ocean current, salinity of the ocean and others. With study and reseach intensively the physical oceanography we can also predict what happen in the ocean in the future so we can design our long time megastructures.   

Minggu, 20 Oktober 2013

SCIENTIFIC EVIDENCE OF OIL CONSPIRATION for your knowledge

Pesimistis dalam dunia perminyakan secara tidak sadar memang telah dibangun dari awalnya. Kita semua percaya bahwa minyak bumi adalah bahan bakar fosil, hampir setiap hari “fakta” ini disebut dalam berbagai media massa. Lalu siapa sebenarnya yang pertama mengajukan teori (tepatnya hipotesis) yang kadung dipercaya semua orang ini? Adalah Mikhailo V. Lomonosov, seorang cendekiawan besar Rusia, yang pada 1757 mengajukan sebuah hipotesis bahwa minyak bumi berasal dari sisa-sisa makhluk hidup.
Berdasarkan hipotesis ini, berarti minyak mentah akan terbentuk sangat lambat, karena berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang telah mati, melewati jutaan tahun terkubur di bawah batuan,  mengalami  tekanan dan suhu yang luar biasa, lalu mengubahnya menjadi minyak mentah.
Industri minyak bumi modern lahir 145 tahun yang lalu di Titusville, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) ketika Edwin Drake sukses melakukan pemboran pertama minyak bumi di AS. Kala itu hampir tidak ada yang mengkhawatirkan berapa lama lagi perut bumi menyediakan minyaknya untuk dambil? Tetapi sejak produksi minyak di AS memuncak sekitar 1970, sejumlah ahli geologi, ahli ekonomi dan analis industri mulai mempertimbangkan sebuah pertanyaan, berapa lama lagi pasokan minyak bumi dunia bisa memenuhi permintaan yang terus meningkat? Banyak kalangan memprediksi, produksi minyak global akan mencapai puncaknya beberapa tahun ke depan.
Konsekuensi dari hipotesis “bahan bakar fosil” tentunya menyisakan pertanyaan-pertanyaan pesimis seperti itu. Berapa banyak minyak mentah yang masih tersisa di dalam perut bumi? Dan kapan habisnya?
Menurut National Geographic, jumlah minyak mentah yang tersisa di bumi diprediksi sekitar 1,2 triliun barrel. Walaupun ladang minyak baru banyak ditemukan, tetapi pasokan saat ini tidak sebanding dengan penemuan-penemuan ladang tersebut. Berdasarkan gambaran konsumsi saat ini, berarti perkiraan 1,2 triliun barrel minyak bumi akan habis dalam tempo 44 tahun.
Benarkah masa kejayaan energi tak terbarukan ini akan segera berakhir? Akankah tak kan tersisa lagi tetesan minyak di jebakan kerak bumi? Ataukah ini hanya isu-isu yang sengaja dihembuskan untuk melambungkan harga “emas hitam” ini?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita mesti meninjau ulang hipotesis biogenik Lomonosov yang dibuat hampir 250 tahun yang lalu itu. Beberapa ilmuwan mulai mempertanyakan pandangan tradisional ini. Pada abad ke-19 hipotesis  ini untuk pertama kalinya ditolak seorang naturalis dan geolog Jerman kenamaan, Alexander von Humboldt, dan ahli kimia termodinamik Prancis, Louis Joseph Gay-Lussac, kemudian mereka mengajukan dalil alternatif yang menyatakan bahwa minyak bumi adalah materi primordial (purba) yang memancar dari tempat yang sangat dalam, dan tak ada hubungannya dengan materi biologis dari permukaan bumi.
Dengan berkembangnya ilmu kimia selama abad kesembilan belas, terutama ketika hukum kedua termodinamika ditemukan oleh Clausius pada 1850, hipotesis Lomonosov terus diserang, tak kurang dari pakar kimia Prancis Marcellin Berthelot mencemooh hipotesis asal biologis dari minyak bumi ini. Berthelot adalah orang pertama yang melakukan percobaan yang melibatkan serangkaian apa yang sekarang disebut sebagai reaksi Kolbe dan menunjukkan bahwa minyak bumi bisa dihasilkan dengan melarutkan baja dengan asam kuat tanpa melibatkan molekul atau proses biologis.
Selama kuartal terakhir abad kesembilan belas, ahli kimia Rusia Dmitri Mendeleev juga menguji dan menolak hipotesis Lomonosov ini.  Mendeleev menyatakan dengan jelas bahwa minyak bumi merupakan bahan primordial yang keluar dari kedalaman yang jauh. Dengan persepsi yang luar biasa, Mendeleev membuat hipotesis tentang adanya struktur geologi yang ia sebut “patahan dalam” (deep fault) tempat minyak bumi melaluinya dari kedalaman.
Pada 1951, dalam sebuah kongres geologi minyak bumi, seorang geolog asal Rusia Nikolai  A. Kudryavtsev mengajukan teori asal-usul minyak bumi abiotik atau abiogenik, setelah menganalisis hipotesis Lomonosov yang terbukti salah. Inilah untuk pertama kalinya teori abiotik modern dicanangkan untuk mengganti teori konvensional.
Kudryavtsev tidaklah sendiri, dia mendapat banyak dukungan termasuk dari para ilmuwan barat, seperti Thomas Gold dan Dr JF Kenney.  Bahkan Kenney bersama ilmuwan Rusia lainnya benar-benar mampu membangun reaktor dan membuktikan minyak bumi bisa dihasilkan dari kalsium karbonat dan oksida besi, dua senyawa yang melimpah di kerak bumi.
Baru-baru ini, para peneliti dari Royal Institute of Technology  di Stockholm, Swedia telah berhasil membuktikan bahwa fosil-fosil dari hewan dan tumbuhan tidak lagi diperlukan untuk menghasilkan minyak mentah. Temuan ini begitu revolusioner karena sangatlah berarti, di satu sisi akan memudahkan menemukan sumber-sumber energi, di sisi lain sumber energi ini dapat ditemukan di seluruh dunia.
“Dengan menggunakan penelitian ini, bahkan kami dapat mengatakan di mana minyak bumi dapat ditemukan di Swedia,” kata Vladimir Kutcherov, profesor yang memimpin riset ini.
Bersama dengan koleganya, Vladimir Kutcherov telah melakukan simulasi suatu proses yang melibatkan tekanan dan panas yang terjadi secara alami di lapisan dalam bumi, proses yang menghasilkan hidrokarbon, komponen utama dalam minyak dan gas alam.
Menurut Kutcherov, penemuan ini mengindikasikan dengan jelas bahwa pasokan minyak bumi tidak akan habis. “Tidak ada keraguan bahwa penelitian kami membuktikan bahwa minyak mentah dan gas alam yang dihasilkan, tanpa melibatkan fosil. Semua jenis batuan dasar dapat berfungsi sebagai reservoir minyak,” kata Vladimir Kutcherov kepada Science Daily, baru-baru ini.
Kutcherov pun mampu membuktikan bahwa hidrokarbon dapat dibuat  dari air, kalsium karbonat  dan zat besi. Ini berarti  minyak bumi merupakan sumber energi berkelanjutan dan terbarukan.
Proses abiotik untuk menghasilkan minyak bumi dimungkinkan lewat proses yang disebut Fischer-Tropsch, reaksi kimia yang mengubah campuran karbonmonoksida dan hidrogen menjadi hidrokarbon cair. Proses ini dikembangkan dan dipatenkan pada tahun 1920, kemudian digunakan selama Perang Dunia II  oleh Jerman dan Jepang. Proses ini pun menjadi dasar penciptaan bahan bakar jet yang dibuat dari air di AS, seperti dilaporkan majalah Wired (9/9/09).
 
Misteri Pulau Eugene 330 dan cadangan Minyak Yang Terisi Kembali
Pulau Eugene merupakan ladang minyak di Teluk Meksiko, sekitar 80 mil lepas pantai Louisiana, AS. Lansekap kepulauan ini terbelah dengan celah dan rekahan dalam yang spontan memuntahkan  gas dan minyak. Ladang minyak ini ditemukan pada 1973 dan  mulai memproduksi sekitar 15.000 barel per hari. Pada 1989, aliran minyaknya berkurang menjadi 4.000 barel per hari. Tetapi tanpa alasan logis apapun, secara tiba-tiba produksinya meningkat menjadi 13.000 barel. Selain itu, taksiran cadangan meroket 60-400 juta barel.
Apa yang terjadi di bawah Teluk Meksiko?
Apa yang ditemukan para peneliti ketika menganalisis ladang minyak ini dengan pencitraan  seismik 3-D? Ternyata ada patahan dalam yang tidak bisa dijelaskan, dan minyak telah memancar dari suatu kedalaman yang tidak diketahui sebelumnya, dan bermigrasi ke atas melalui batuan untuk mengisi pasokan yang ada.
Para peneliti menemukan ketika mereka menganalisis ladang minyak dengan selang waktu pencitraan 3-D seismik bahwa minyak memancar dalam dari sumber yang lebih dalam yang sebelumnya tidak diketahui dan bermigrasi naik melalui celah bebatuan untuk mengisi pasokan yang ada.Selanjutnya, analisis minyak yang sekarang sedang diproduksi di Pulau Eugene menunjukkan perbedaan usia geologis dari minyak yang diproduksi di sana sebelum tahun 1989. Dugaan kuat, minyak mentah yang baru, muncul dari sumber yang berbeda, sumber yang tidak bisa dijelaskan.
Perkiraan terakhir dari cadangan minyak kemungkinan naik dari 60 juta barel menjadi 400 juta barel. Baik ilmuwan dan ahli geologi dari perusahaan-perusahaan minyak besar telah melihat bukti dan mengakui bahwa ladang minyak Pulau Eugene mengalami pengisian ulang sendiri.
Sumber minyak dari suatu kedalaman di Pulau Eugene sangat mendukung teori Thomas Gold yang ditulis dalam bukunya The Deep Hot Biosphere. Gold menetapkan, “minyak bumi sebenarnya adalah aliran primordial terbarukan yang terus-menerus diproduksi oleh bumi dalam kondisi panas dan tekanan yang luar biasa. Ketika zat ini bermigrasi ke permukaan, ia diserbu oleh bakteri, sehingga minyak bumi tampak seperti memiliki asal usul organik dari zaman dinosaurus. “
Sumber minyak di Pulau Eugene serta gagasan Gold membuat insinyur perminyakan bertanya-tanya tentang situasi yang sama di ladang minyak Timur Tengah yang tak ada habisnya.
“Timur Tengah memiliki lebih dari dua kali lipat cadangan minyak dalam 20 tahun terakhir, meskipun setengah abad dieksploitasi dan penemuan baru relatif sedikit,” ujar  Norman Hyne, seorang profesor di Universitas Tulsa, Oklahoma, AS. “Teori  yang tak konvensional (teori abiogenik ) tentunya akan berubah menjadi benar,” katanya.
Keberadaan ladang minyak yang bisa memperbaharui pasokan sendiri menghancurkan mitos teori asal usul minyak.dan Jika minyak memang benar-benar berasal darizat anorganik alami maka bagaimana bisa dikatakan minyak adalah energi tak terbarukan ?
 
Beberapa Contoh Bukti Kasus Konspirasi Kebohongan tentang Kelangkaan Sumber Minyak
Inti dari masalah ini adalah bahwa jika minyak banyak di daerah-daerah di mana kita diberitahu oleh pemerintah dan perusahaan minyak yang tidak memiliki bukti yang jelas bahwa kelangkaan buatan disimulasikan dalam rangka untuk mendorong maju segudang agenda lainnya. Dan kami memiliki contoh nyata dimana hal ini telah terjadi.
Seperti pada perusahaan pengeboran minyak raksasa Chevron dan Texaco, mereka mendapat memo untuk sengaja menciptakan kelangkaan minyak dengan membatasi kapsitas produksi dengan menutup kilang minyak tertentu dengan alasan minyak telah habis di sumber tersebut. Ini adalah upaya lobi nasional yang dipimpin oleh American Petroleum Institute untuk mendorong perusahaan-perusahaan kilang minyak untuk melakukan hal ini.
” Sebuah memo internal yang Chevron menyatakan; “Seorang analis energi senior di konvensi API baru-baru ini memperingatkan bahwa meskipun industri minyak AS tidak mengurangi kapasitas penyulingan hal ini tidak akan menimbulkan peningkatan substansial dalam margin kilang.”
Memo ini semakin memperjelas bahwa gagasan untuk pengurangan dalam kapasitas penyulingan dan pembatasan dalam membuka kilang baru tidak datang dari organisasi lingkungan, seperti yang dikatan oleh para produsen minyak , tetapi melalui kebijakan yang disengaja dari mereka sendiri.
 
Program Illuminati Dibalik Kebohongan Keterbatasan Alam Dalam Produksi Minyak Bumi
Teori Peak Oil adalah kebohongan masif yang dirancang untuk menciptakan kelangkaan buatan demi mendongkrak harga, juga memberikan negara sebuah alasan untuk mengorbankan standar hidup yang telah kita perjuangkan dengan susah payah. Publisitas menciptakan CFR dan Club of Rome strategy manual sejak 30 tahun lalu mengatakan bahwa pemerintah global perlu mengontrol populasi dunia melalui neo-feodalisme dengan menciptakan kelangkaan buatan.
Sekarang arsitek sosial de-industrialisasi Amerika Serikat menyalahkan disintegrasi ekonomi kita pada kurangnya pasokan energi.
Sekarang ekonomi dunia telah menjadi begitu terpusat melalui operasi globalisasi, mereka akan terus mengkonsolidasikan dan menyalahkan pemakaian berlebihan atas bahan bakar yang bersumber dari fosil, sementara pada saat yang sama mereka juga menghalangi pengembangan dan integrasi teknologi bersih yang terbarukan.
Dengan kata lain, Sumber minyak bumi yang dinyatakan dari fosil mahluk hidup adalah kebohongan besar untuk menciptakan kelangkaan buatan dan mengendalikan harga . Sementara itu, teknologi bahan bakar alternatif yang telah ada selama beberapa dekade juga sengaja ditekan pengembangannya. Peak Oil adalah sebuah teori yang dikemukakan oleh elit, oleh industri minyak, oleh orang-orang bahwa Anda akan berpikir puncak minyak akan membahayakan, kecuali itu adalah penutup untuk agenda lain.
Produksi Minyak Dunia Menurut Sekenario Peak Oil Theory
Dan begitulah realitanya dunia ini yang penuh dengan kepalsuan. Teori bahwa minyak bumi berasal dari sisa fosil biologis zaman dahulu memanglah sebuah kebohongan besar dari para elit zionis-Illuminati (yang memang sejak awal menguasai bisnis minyak, media, dan institusi pendidikan). Illuminati ingin menggunakan propaganda Peak Oil untuk menaikkan harga minyak dan mengeksekusi rencana depopulasi dunia mereka.
Saat harga minyak naik melewati kemampuan beli sejumlah besar negara, hanya negara-negara yang diizinkan hidup oleh Illuminati yang akan mendapatkan minyak. Beberapa milyar penduduk bumi akan dimusnahkan (depopulasi) secara kejam dalam kekacauan dan kepanikan akibat matinya industri dan perdagangan di dalam negeri mereka.
Mungkin bagi sangkaan orang awam, keuntungan penjualan minyak akan dinikmati oleh negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Libya dan Indonesia. Namun kenyataannya meskipun ladang produksi minyaknya ada di Arab Saudi dll, namun sebagian besar perusahaan penambang dan pengolah minyaknya dimiliki oleh perusahaan asing, Rockefeller beserta kolega-koleganya. Di Indonesia sendiri, 90% perusahaan minyak yang ada dimiliki oleh perusahaan asing. Maka jangan heran sebagai salah satu negara penghasil minyak, tidak ada sedikitpun jejak keuntungan besar yang diraup oleh negara ini. Sedikitpun dana yang ada belum terkorupsi, dana ini, dana itu yang tidak jelas kemana larinya. Yang jelas nikmatin ya mafia2 minyak itu, rakyat kecil kayak kita mah dianggap ngga perlu, yang penting beli BBM terus, dan sekarang dicabut subsidinya pula.
Saat ini, akibat propaganda Peak Oil, semua negara ramai-ramai mengembangkan minyak nabati yang disebut biofuel. Mereka menggunakan bahan pangan seperti jagung dan gula untuk membuat minyak baru. sekalipun mereka tahu energi yang diperlukan untuk memproduksi satu unit minyak biofuel lebih besar daripada energi yang kemudian bisa didapat dari satu unit minyak biofuel, rencana ini tetap jalan terus.
Selain itu, efek dari tindakan ini adalah mengurangi lahan pertanian untuk bahan pangan. Tanah pertanian yang sebenarnya untuk memproduksi bahan pangan sekarang sebagian dikonversi sebagai lahan pertanian yang produknya dipakai untuk membuat bahan baku biofuel. Salah satu penyebab kenaikan harga komoditi pertanian beberapa tahun terakhir ini adalah karena hal ini, dan kabar buruk bagi para kelas menengah dan orang miskin adalah intensitas program ini sekarang masih di tahap awal. Di tahun-tahun mendatang, akan ada semakin banyak lahan pertanian untuk memproduksi biofuel dan oleh sebab itu akan membuat pasokan bahan pangan menjadi semakin ketat, alias harga bahan pangan akan terus meningkat. …
food inflation menjadi perhatian para pengamat ekonomi, saya melihat dr perspektif lingkungan juga dan ternyata ada benang merahnya di teknik2 produksi GMO. Memperkecil lahan pertanian = menggantungkan hidup petani pada teknologi pertanian yg dikuasai asing, menjadikan lahan2 petani sbg industri trmsuk biofuel, kemudian kanibalisasi lahan dng menjadikan lahan pangan yg bergantung pd air tawar ke air asin. Saat ini ada ujicoba para insinyur monsanto membuat sawah di tepi pantai dng keramba spt rumput laut. its insane!
 
Masa Depan Minyak Bumi
Hari ini kita dianjurkan habis-habisan oleh pemerintah untuk menghemat energi BBM, demi menyisakan energi dari minyak untuk anak cucu kita.Jika memang minyak benar-benar akan habis dalam beberapa puluh tahun lagi, mengapa sekarang cadangan minyak terus meningkat dan produksinya kian meroket ?
Tahu 1980-an OPEC memutuskan kuota produksi minyak didasarkan pada jumlah cadangan yang ada di negara masing-masing, semakin besar cadangannya maka semakin besar pula produksinya .BElakangan ini Arab Saudi melaporkan peningkatan cadangan minyak mentahnya sekitar 200 miliar barel. stok Minyak Saudi aman dan berlimpah , kata para pejabatnya.
Ada juga laporan bahwa Rusia telah mengalami peningkatan yang jauh lebih besar pada cadangan minyaknya bahkan melampaui Arab Saudi. Mengapa Rusia mengumumkan hal ini jika Rusia percaya bahwa cadangan minyak adalah terbatas?tampak jelas bahwa Rusia telah siap dengan produksi minyak tak terbats di masa depan
Yang jelas ada kontradiksi besar antara teori keterbatasan minyak dengan fakta peningkatan cadangan minyak
Tampaknya bahwa setiap kali ada semacam krisis energi, OPEC selalu meningkatkan produksi . Alasannya mereka melakukannya untuk menurunkan harga, namun harga selalu naik karena mereka juga menyebarluaskan mitos bahwa mereka menguras beberapa cadangan terakhir untuk pasar.
Bukti ilmiah juga sangat bertentangan dengan keterbatasan suplai minyak, baru-baru ini diperbarui dalam paper Ilmiah yang dimuat Dalam ‘Energia’ menunjukkan bahwa minyak adalah zat abiotik,dan bukanlah produk yang berasal dari materi biologis yang mengalami pembusukan berjuta-juta tahun lalu. Minyak, bukan sumber daya non-terbarukan. seperti batubara, dan gas alam, yang bisa terisi kembali dari sumber dalam perut bumi.
Rusia berhasil membuktikan kalau minyak bumi ternyata bukan dari fosil dan dapat diperbaharui karena berasal dari lapisan magma lebih di kedalaman lebih dari 30,000 kaki dan tidak ditemukan lapisan organik.
Tidak kebetulan kemudian bahwa Rusia, yang memelopori penelitian ini kemudian melakukan serangkaian proyek penggalian minyak bumi dengan kedalaman yang lebih jauh lagi 30.000 meter
Bukti-bukti lain bahwa minyak adalah bahan bakar abiotik (bukan fosil), dapat Anda pelajari dengan mencari informasi di internet. Anda bisa mengetik “abiotic oil” di search engine seperti google ataupun yahoo..berikut dibawah ini link beberapa refrensi tentang kebohongan teori peak oil atau keterbatasan sumber minyak..

Senin, 30 September 2013

Semua Bermula Dari Sini

           Maruf, demikian orang-orang memanggilku. Aku adalah anak kelima dari enam bersaudara sebagai buah dari kasih sayang antara Arifin S dan Masnah R. Sebagai keluarga yang memiliki banyak anak, orang tuaku yang seorang pensiunan guru dan seorang guru termasuk sulit dalam menaggung semua biaya pendidikan kami. Tapi mereka sangat tegar dan kuat membiayai kami dengan mengerahkan semua kemampuan mereka.

            Dengan penuh dengan kasih sayang orang tuaku membesarkanku sehingga hingga saat ini aku dapat menikmati indahnya bagaimana menjadi seorang pejuang ilmu, semua hal telah mereka lakukan dalam usahanya untuk membiayai anaknya ini demi menggapai citanya dihari kelak. Untuk melengkapi keuangan keluarga yang pas, kami pernah  menjual es manis yang dijajakan di SLTP tempat orang tuaku mengajar dengan ayahku sebagai direktur usaha, ibu sebagai menejer kemudian aku dan kakak-kakakku menjadi pekerja sekaligus bidang pemasaran (sebagai penjual kelilingnya). Dasar usaha kecil-kecilan jadi frekwensi gulung tikarnya juga besar, ketika musim panas berakhir dan masuk musim hujan orang-orangpun sudah mulai goyah dalam membeli es manis yang kami jajakan. Namun hal ini tidak membuat ayah dan ibuku menyerah, kamipun segera banting stir dari usaha es manis ke jualah tahu isi. Usaha ini lumayan baik karena musim tidak mempengaruhinya namun konsekwensinya juga lumayan orang tuaku harus bangun pagi cepat bahkan sebelum ayam berkokok orang tuaku sudah bangun pagi karena harus mempersiapkan(menggoreng tahu) dan mempersiapkan isi dari tahu tersebut, namun raut pilu, keluh dan lelah tidak pernah sedikit kulihat di wajah mereka, bahkan ditiap malam mereka selalu mendoakan kami dalam setiap tahajjud mereka. Semua itu mereka lakukan semata-mata demi kami anak-anak mereka.

            Dari hal-hal semacam inilah mereka mengajarkanku banyak pelajaran hidup. Tanggung jawab adalah pelajaran yang paling mereka tekankan kepadaku. Dengan berjualan es manis dan tahu isi ini saya diberikan tugas sebagai penaggung jawab atas selamat tidaknya tahu isi dan es manis ini dari rumah di pagi hari ke toko makanan sampai ke rumah lagi sore harinya sampai ke keuntungan penjualan yang diperolehpun saya yang bertanggung jawab mengambilnya ke toko. kemudian satu lagi elajaran hidup yang sangat mengakar di hati saya adalah kejujuran. kata orang-orang kejujuran itu mahal tapi menurut saya justru kejujuran itu tidak bisa dinilai dengan mata uang apapun dan dari berjualan ini saya belajar kejujuran. Dengan uang keuntungan yang saya peroleh dari toko makanan bukan tidak mungkin saya memanfaatkannya untuk hal-hal yang tidak baik, namun karena orang tua saya sering mengajarkan kalau kejujuran itu adalah mutiara yang semua orang bisa memilikinya maka saya memutuskan untuk memelihara dan memoles mutiara yang saya miliki ini setiap hari.

Melihat perjuangan yang mereka lakukan dengan berdasar pada seruan Allah untuk berbakti kepada kedua orang tua maka aku berjanji akan membahagiakan orangtuaku dengan menjadi anak yang berbakti dan menempuh sekolah yang setinggi-tingginya seperti harapan dari kedua orang tuaku dan bisa mendirikan suatu perusahaan yang dapat membantu orang-orang yang yang kurang mampu yang ada dsekitarku sebagaimana ibuku selalu berkata yg dia kutif dari hadist Rasulullah SAW. “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang-orang yang ada disekitarnya”. 
 
Tanggal 6 Juli 2012 adalah hari yang sangat berjasa dalam hidupku. Mengapa tidak, pada hari itu adalah hari yang sangat menentukan karena hari itu hasil dari SNMPTN jalur ujian tulis diumumkan dan Alhamdulillahirabbilalamin aku diterima di ITB jurusan FTSL. hari itu babak baru dalam hidupku dimulai.Setelah satu tahun menjalani masa-masa TPB di ITB akhirnya saya memilih Jurusan Teknik Kelautan (Ocean Engineering). ceritanya panjang kenapa saya memilih jurusan ini lain kali saya ceritain yaaa...jurusan ini sangat pas dan sangat sesuai dengan passion yang saya miliki. mudah-mudahan ini dapat menjadi fasilitas bagi saya dalam mewujudkan cita-cita saya kelak.
 
           Tokoh idola saya adalah Rasulullah SAW. Beliau jujur, cerdas, memegang amanah, dan menyapaikan kebenaran. Memegang teguh ajaran-ajaran islam dan mampu bergaul dengan baik dengan orang orang yang ia pimpin. dengan segala amanah dan cita-cita yang saya sudah berkomitmen ini, Saya akan tetap berusaha/belajar dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-cita saya sebagaimana pepatah, man jadda wa jada, barang siapa yang bersungguh-sungguh maka mendapatlah ia.

-wakhazmiri